Posts Tagged ‘Sampah’

Awas, Hati-hati Kepala Anda Kejatuhan Sampah Roket!

mirSetiap tiga pekan, 2 ton atau lebih “sampah langit” yang berupa bongkahan puing satelit dan serpihan roket berjatuhan tak terkontrol ke bumi. Demikian menurut analisa astronom Universitas Harvard yang memantau satelit dan puing luar angkasa.

Sedangkan menurut laporan Jonathan’s Space, 2 ton serpihan secara rutin menghujan bumi secara teratur. Salah satu laporanmenyebutkan seorang penduduk kota Tulsa, Amerika Serikat, tersambar serpihan kecil dari roket Delta di bahunya, tetapi beruntung “sampah” itu tidak melukainya.

Persaingan antarnegara yang berlomba menguasai ruang angkasa dengan meluncurkan berbagai wahana antariksa, ternyata meninggalkan rongsokan sampah hasil teknologi tinggi yang berupa satelit dan roket yang telah habis masa tugasnya. Puing dan serpihan tersebut bertebaran kian-kemari di luar angkasa sana. Tapi jangan dikira rongsokan penghuni alam langit itu diam saja, mereka terus mengorbit dengan kecepatan ekstra tinggi yang bisa membahayakan misi ruang angkasa oleh manusia dari Bumi.

Selanjutnya

Bandung Recycle Bin

recycleBarang bekas pasti ada di sekitar kita. Di rumah, tempat kerja, atau di lingkungan rumah kita. Bagi yang ada di Bandung dan ingin membuang barang-barang bekas tersebut, bisa menghubungi alamat di bawah ini, siapa tahu barang-barang tersebut bisa dimanfaatkan…

Bandar Plastik
H. Aceng, Jl. Cigondewah
Rahmat, Jl. Cigondewah Rahayu no 48, Telp. 5407277
Eddy, Jl. Cigondewah Rahayu, Telp. 5423191
Udun, Jl. Cigondewah Kaler no. 20

Bandar Botol
Didi Sopandi, Jl. Cibolerang no. 151, Telp. 5409030
Tatang, Jl. Cikaso Timur no. 13 Telp. 7213510
Use, Jl. Inhoftank (depan no. 24) RT 07/06

Bandar Besi
Heri Mulyadi, Jl. Cijerah I no. 1
H. Suhanda, Jl. Cijerah no. 258
Apo Salim, Jl. Terusan Pasir Koja

Bandar Kardus
Deni, Jl. Cijerah no 33, Telp. 701986
Unus, Jl. Gg. Ibi Idoh RT 07/07 Husein Sastranegara Selanjutnya

Hidup Tanpa Kertas, Mungkinkah?

kertasSiapa yang tak tahu kertas? Kertas adalah salah satu penemuan yang paling penting dalam sejarah kehidupan manusia. Kertas adalah tangan kanan kebudayaan. Lewat kertas peradaban, sejarah, pemikiran, dan pengetahuan diwariskan. Melalui kertas, terangkum dan terekam jejak panjang kehidupan manusia. Kertaslah sarana transformasi informasi paling massal yang belum dapat tergantikan peranannya hingga kini. Sehingga bisa dikatakan bahwa manusia (setidaknya sampai saat ini) tidak dapat dapat dipisahkan dari keberadaan kertas, bahkan masih sangat tergantung dengan mahakarya Tsai Lun ini.

Namun tak dapat disangkal, ketergantungan manusia dengan ciptaannya ini menyimpan sisi negatif yang mengerikan. Di balik kegunaannya yang demikian besar, kertas juga menyimpan daya menghancurkan yang tak kalah dahsyat. Jutaan batang pohon, jutaan hektar hutan, jutaan kilowatt energi dikorbankan demi ketergantungan kita kepada kertas. Setidaknya, untuk dapat mencukupi kebutuhan manusia akan kertas, diperlukan “korban” 4 juta hektar hutan setiap tahunnya. Dampak negatif kertas ini tampaknya perlu diupayakan segera solusinya.

Hidup tanpa kertas (paperless)? Tampaknya masih merupakan pilihan yang sangat tidak populer. Belum ada perangkat teknologi secanggih apapun yang bisa menggantikan nikmatnya membaca buku, yang bisa dinikmati dimana-mana; sambil menunggu antrian, duduk di dalam bus, atau bahkan (maaf) sambil buang air besar! Apalagi bagi mereka yang memiliki pameo: “membaca itu nikmat jika dan hanya jika sembari tiduran di sofa yang empuk ditemani musik dan secangkir kopi”. Selanjutnya