Archive for the ‘Gaya Hidup’ Category

Konsisten untuk Tidak Konsisten (2)

Beberapa waktu yang lalu, saya kembali menerima “surat cinta” dari PLN. Isinya, pemberitahuan pemadaman bergilir untuk bulan Agustus ini. Ini kali kedua jadwal giliran mati lampu ini saya terima, setelah yang pertama saya terima bulan Juni lalu.

Mungkin ini imbas dari saya yang dulu pernah ngedumel ke PLN karena sering kali tiba-tiba tanpa pemberitahuan, listrik di tempat saya padam. Pemberitahuan ini saya pikir sebagai langkah yang patut diapresiasi sebagai langkah yang “beradab” dari PLN, dibanding sebelumnya yang mengandalkan pemberitahuan lewat media radio.

Ini yang membuat informasi itu tidak akan pernah saya ketahui, karena selain tak jelas kapan pengumumannya atau di radio apa diumumkannya, saya juga tak memiliki radio. Dengar radio terakhir kapan saya juga lupa!

Kenapa PLN sampai mengambil langkah pemadaman bergilir yang diindikasikan akan terus berlangsung hingga setahun ke depan? Ternyata, minimnya psokan bahan bakar pembangkit listrik dan mulai bermasalahnya beberapa pembangkit yang sudah uzur adalah pangkal dari “bencana paceklik listrik” ini.

Dan PLN belum (tidak) bisa mengambil alternatif lain, selalin menghimbau agar konsumen mulai berhemat listrik. Turunannya, ya terjadilah pemadaman bergilir hingga memaksa kalangan usaha dan industri untuk mengalihkan jam kerja pada saat beban puncak ke hari Sabtu dan Minggu.

Selanjutnya

Say No to Free Sex, Say No to Kantong Kresek!

no freesex, no kresekApa persamaan bahaya antara free sex dan kantong kresek? Menurut pakar seksologi dr Boyke Dian Nugraha SpOG MARS, free sex berdampak negatif terhadap kesehatan, antara lain kanker mulut rahim, kehamilan yang tidak dikehendaki, kemandulan, keguguran, cacat bawaan, serta penyebab penularan virus HIV/AIDS.

dr Boyke juga mengatakan bahwa akibat kehamilan yang tidak dikehendaki maka terjadi praktik aborsi. Padahal aborsi berdampak kematian mendadak pada ibu karena pendarahan hebat dan pembiusan gagal. Juga dapat mengakibatkan gangguan kesehatan mental, seperti kehilangan harga diri, berteriak-teriak histeris, mimpi buruk, ingin melakukan bunuh diri, dan depresi. Diperkirakan lebih dari 500 ribu orang di Indonesia telah tertular HIV/AIDS, angka tertinggi di Asia mengejar Thailand.

Lantas apa bahaya kantong kresek? Kurang lebih ada 500 juta hingga satu miliar kantong plastik digunakan di dunia tiap tahunnya. Jika sampah-sampah ini dibentangkan, dapat membungkus permukaan bumi setidaknya hingga 10 kali lipat! Selanjutnya