Archive for the ‘Bumi’ Category

Awas, Hati-hati Kepala Anda Kejatuhan Sampah Roket!

mirSetiap tiga pekan, 2 ton atau lebih “sampah langit” yang berupa bongkahan puing satelit dan serpihan roket berjatuhan tak terkontrol ke bumi. Demikian menurut analisa astronom Universitas Harvard yang memantau satelit dan puing luar angkasa.

Sedangkan menurut laporan Jonathan’s Space, 2 ton serpihan secara rutin menghujan bumi secara teratur. Salah satu laporanmenyebutkan seorang penduduk kota Tulsa, Amerika Serikat, tersambar serpihan kecil dari roket Delta di bahunya, tetapi beruntung “sampah” itu tidak melukainya.

Persaingan antarnegara yang berlomba menguasai ruang angkasa dengan meluncurkan berbagai wahana antariksa, ternyata meninggalkan rongsokan sampah hasil teknologi tinggi yang berupa satelit dan roket yang telah habis masa tugasnya. Puing dan serpihan tersebut bertebaran kian-kemari di luar angkasa sana. Tapi jangan dikira rongsokan penghuni alam langit itu diam saja, mereka terus mengorbit dengan kecepatan ekstra tinggi yang bisa membahayakan misi ruang angkasa oleh manusia dari Bumi.

Selanjutnya

Konsisten untuk Tidak Konsisten

tunggul

“Hanya dua bulan seusai menjadi tuan rumah Konvensi PBB untuk Perubahan Iklim dan di tengah rentetan bencana ekologis, pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengijinkan pembukaan hutan lindung untuk pertambangan, pembangunan infrastruktur teleko- munikasi, energi, dan jalan tol dengan tarif sewa sangat murah, hanya Rp 120 – 300 per meter….” (Kompas, 20 Februari 2008).

Ya seperti itulah kebiasaan kita. Seolah-olah kita ingin konsisten untuk menjaga kelestarian alam dengan menjadi tuan rumah Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim, tapi pada kenyataannya kita tak pernah konsisten untuk benar-benar menjaga alam kita. Konsisten untuk tidak konsisten!

Kita memang tidak pernah (atau tidak mau) belajar dari pengalaman. Kebijakan yang nyata-nyata tidak bijak terus saja diproduksi oleh pemerintah. Bencana ekologi yang muncul seakan tiada henti akhir-akhir ini ternyata belum cukup untuk membuat kapok pemerintah. Peraturan Pemerintah tersebut nyata-nyata menghina akal sehat dan sulit diterima nalar. Bayangkan, membuka lahan hutan lindung saja sudah sedemikian sembrono – apapun alasannya – ditambah lagi dengan harga sewa yang hanya 120 perak per meter, yang bahkan lebih murah dari harga sepotong gorengan! Selanjutnya

Saatnya Bumi Minta Perhatian…

Earth Hour 2008

“Matikan lampu satu jam saja pada Hari Sabtu, 29 Maret 2008, pukul 8 malam”.

Pada 31 Maret 2007, 2,2 juta orang dan 2100 pelaku bisnis di Sidney mematikan lampu mereka dalam rangka kampanye Earth Hour. Aksi massal selama satu jam ini telah berhasil mengurangi konsumsi energi di Sidney hingga 10,2%.

Dan pada tanggal 29 Maret 2008, jutaan orang di beberapa kota besar dunia, antara lain Copenhagen, Toronto, Chicago, Melbourne, Brisbane, Tel Aviv dan Manila, akan bersatu dalam aksi Earth Hour 2008. Jika Earth Hour 2007 adalah even bagi kota Sydney, maka Earth Hour 2008 adalah sebuah aksi global. Tunjukkan kepedulianmu, dengan bergabung di sini.