Hidup Tanpa Kertas, Mungkinkah?

kertasSiapa yang tak tahu kertas? Kertas adalah salah satu penemuan yang paling penting dalam sejarah kehidupan manusia. Kertas adalah tangan kanan kebudayaan. Lewat kertas peradaban, sejarah, pemikiran, dan pengetahuan diwariskan. Melalui kertas, terangkum dan terekam jejak panjang kehidupan manusia. Kertaslah sarana transformasi informasi paling massal yang belum dapat tergantikan peranannya hingga kini. Sehingga bisa dikatakan bahwa manusia (setidaknya sampai saat ini) tidak dapat dapat dipisahkan dari keberadaan kertas, bahkan masih sangat tergantung dengan mahakarya Tsai Lun ini.

Namun tak dapat disangkal, ketergantungan manusia dengan ciptaannya ini menyimpan sisi negatif yang mengerikan. Di balik kegunaannya yang demikian besar, kertas juga menyimpan daya menghancurkan yang tak kalah dahsyat. Jutaan batang pohon, jutaan hektar hutan, jutaan kilowatt energi dikorbankan demi ketergantungan kita kepada kertas. Setidaknya, untuk dapat mencukupi kebutuhan manusia akan kertas, diperlukan “korban” 4 juta hektar hutan setiap tahunnya. Dampak negatif kertas ini tampaknya perlu diupayakan segera solusinya.

Hidup tanpa kertas (paperless)? Tampaknya masih merupakan pilihan yang sangat tidak populer. Belum ada perangkat teknologi secanggih apapun yang bisa menggantikan nikmatnya membaca buku, yang bisa dinikmati dimana-mana; sambil menunggu antrian, duduk di dalam bus, atau bahkan (maaf) sambil buang air besar! Apalagi bagi mereka yang memiliki pameo: “membaca itu nikmat jika dan hanya jika sembari tiduran di sofa yang empuk ditemani musik dan secangkir kopi”.

Itulah mengapa semakin kita mencoba menekan penggunaan kertas, permintaan akan kertas justru makin meningkat, mencapai 3% setiap tahunnya. Sekedar gambaran saja, buku Harry Potter and Deathly Hallows-nya JK Rowling dengan jumlah halaman 784 yang dirilis pada 21 Juli 2007 di Inggris itu, terjual sebanyak 11,35 juta buku di seluruh dunia hanya dalam tempo sehari saja. Bisa dibayangkan berapa lembar kertas yang diperlukan untuk satu buah judul buku saja, dan semuanya (masih) dalam bentuk kertas!

Kenyamanan itu mungkin akan terasa berbeda jika kita tahu bahwa warga Jakarta saja berpotensi menmbuang 630 ton kertas bekas dalam sehari! Untuk itu, diperlukan 287 truk sampah untuk membuangnya ke tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang, yang saat ini sudah sangat-sangat melebihi daya tampung dari yang seharusnya. Belum lagi jika dikaitkan bahwa ternyata menurut data Swivel hanya setengah dari seluruh konsumsi kertas di seluruh dunia yang di daur ulang. Lantas kemana lagi sisa yang setengahnya?

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk menjadikan kertas tetap sebagai sahabat kita. Caranya? Bijak dalam penggunaan kertas dengan memanfaatkan seperlunya saja. Mulailah dari diri sendiri untuk memilah sampah kertas, dengan memisahkan dengan sampah nonkertas. Kumpulkan dan selanjutnya terserah, mau dibuang ke tempat sampah atau dijual ke tukang loak, minimal kita sudah memudahkan langkah para pengelola sampah untuk melakukan pengolahan tingkat lanjut.

Jika mau lebih kreatif, kertas bekas bisa dijadikan kertas daur ulang (caranya ada di sini), yang bernilai ekonomi tinggi. Bisa diolah menjadi handycraft dan souvenir sendiri, atau dijual kepada pengrajin handycraft yang membutuhkan bahan baku kertas daur ulang. Atau bagi mereka yang bermodal besar, hal ini bisa menjadi peluang usaha tersendiri dengan menjadi pengepul kertas yang menampung kertas dari pemulung atau tukang loak. Selanjutnya bisa dijual ke pabrik pengolahan kertas besar yang ada.

Selamat berkreasi, dan semoga kita tetap bisa menjadi “sahabat” bagi kertas dan alam!

One response to this post.

  1. Posted by zaky on June 3, 2009 at 6:43 pm

    so gimana donk?
    apa setiap dari kita harus menggunakan notebook?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: